Genius Terjemahan Indonesia
Mrs. GREEN APPLE - ライラック (Lilac) (Terjemahan Indonesia)
[Verse 1]
Hari ini pun berlalu
Sesuai dengan usia ini
Seperti angka yang terbatas semakin berkurang
Seperti angka yang indah semakin bertambah

[Verse 2]
Peti harta karun kenangan
Yang lama tersimpan di sudut rak
Meski tertutup debu
Agar kebanggaan itu tampak bersinar

[Pre-Chorus]
Namun tetap saja
Di sisiku
Kecemasan, sorakan, kebersamaan
Zona nyaman yang mulai tercemar
Rasanya kepala berputar
Kelelahan saat fajar tiba
Peron tiga, kereta semi-ekspres

[Chorus]
Musim semi yang asam menyerupai biru dan lilac
Aku menunggumu di sini
Luka yang menyakitkan sеpanjang kehidupan ini pun
Ingin aku anggap berharga
Meski tak tahu harus mеncari ke mana
Namun kita terus melupakan
Apa yang kita lalui? Apa yang kita peroleh?
Bagaimana kita akan menjadi dewasa?
[Verse 3]
Agar tak melewatkan
Kesempatan yang hanya datang sekali
Aku ingin selalu bersiap melangkah
Namun, nyatanya tak semudah itu

[Verse 4]
Aku pernah berpikir
Diriku pantas menjadi calon tokoh utama
Namun ternyata hanya peran tanpa nama
Bahkan tak cukup untuk dibuat spin-off

[Pre-Chorus]
Hanya saja
Di sisiku
Saat menyanyikan cinta yang tak berarti
Aku tak ingin menjadi pembohong
Jantung yang berdegup kencang
Kebencian saat fajar tiba
Aku bergeser menaiki kereta ekspres

[Instrumental Interlude]

[Bridge]
Bayangan ini terasa menyakitkan
Seakan tak ada nilainya
Seperti hanya aku yang sendirian
Aku membenci malam
Aku membenci dirimu
Aku tak bisa menjadi lembut
Cahaya itu menyakitkan
Aku membenci harapan
Seakan hanya aku yang ditinggalkan
Aku membenci malam
Aku takut sendirian
Keegoisan yang berubah menjadi kebajikan yang kusut
[Pre-Chorus]
Bahkan perasaan yang tak sempurna ini
Tetap ingin kujaga dengan sepenuh hati
Meski hari-hari dipenuhi kecemasan
Aku ingin tetap mencintainya
Bahkan rasa kalah yang tak pernah kurasakan sebelumnya
Meski terasa begitu menyebalkan
Semua itu mendorongku
Untuk terus bergerak maju

[Chorus]
Bersentuhan dengan tanah yang diguncang oleh detak jantung ini
Musim panas itu, saat aku mempertaruhkan segalanya
Takkan pernah memudar, takkan pernah bisa kulupakan
Agar bisa hidup untuk hari ini
Meski tak tahu harus mencari ke mana
Namun kita terus kehilangan
Untuk apa? Untuk siapa?
Kita terus menambah luka ini
Seperti setelah hujan turun
Tumbuhlah kehijauan yang baru
Tak ada hal yang sia-sia
Percayalah, mari kita terus maju
Karena justru hal-hal yang tak punya jawaban
Lah yang harus kita cintai
[Outro]
Mari kita ingat biru yang dulu ada
Meski kepahitan terus bertumpuk
Namun tetap bercahaya
Bahkan luka yang tak sepadan ini
Mari kita terima dengan lapang dada
Aku mencintai diriku sendiri
Aku mampu mencintai diriku sendiri